Minggu, 05 November 2017

Menjadi Pelayan Kesehatan yang Baik adalah Pilihan



Salah satu nikmat yang diberikan Allah yang paling sering terabaikan adalah kesehatan. Ini sangat saya rasakan, tiap pagi saya mengkonsumsi jeruk nipis hangat sebagai sumber vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tubuh tetap fit. Dan betul ketika orang di sekeliling saya terkena flu alhamdulillah saya tidak tertular. Akan tetapi kesibukan terkadang membuat saya mengabaikan rutinitas pagi ini. Penyesalan barulah ketika badan mulai ngedrop. Yah, nikmat ini menjadi begitu berarti ketika sakit menyerang tubuh kita.
Kesehatan memang bukanlah segalanya tapi karena kesehatan orang-orang bisa menjadi lebih produktif, berkesempatan menikmati kebersamaan penuh cinta dengan keluarga, menikmati makanan enak, memandang indahnya alam ciptaan Tuhan, dan sebagainya.
Kesehatan merupakan hadiah atas kebijaksanaan kita memperlakukan tubuh. Itu adalah ungkapan yang sering saya sampaikan ke mahasiswa ketika membawakan materi kuliah tentang proses perjalanan penyakit infeksi.  Penyakit timbul di dalam tubuh bukan karena satu faktor saja. Tapi ada faktor lain yang berperan. Misalnya masuknya bakteri penyebab penyakit tifoid melalui makanan. Hal bijaksana yang bisa kita lakukan adalah memilih apa yang baik untuk dikonsumsi, membiasakan diri mencuci tangan sebelum makan, menggunakan alat makan yang bersih. Masuknya bakteri ini ke dalam tubuh melalui makanan tidak serta merta dapat menimbulkan penyakit. Faktor lain yang berperan adalah sistem kekebalan tubuh. Untuk menjaga daya tahan tubuh dapat dilakukan  dengan cara berolah raga, makan-makanan yang baik dan sehat usahakan perbanyak makan sayur dan buah, mencukupkan kebutuhan tubuh akan air, dan istirahat yang cukup.
Tidak sampai di sini, lingkungan pun memberikan andil yang nyata terhadap kesehatan. Perkembangan kota Makassar dan Indonesia pada umumnya yang semakin pesat pun berdampak pada pencemaran. Meningkatnya jumlah kendaraan, pabrik-pabrik bertambah banyak berdampak pada pencemaran udara yang akan mempengaruhi kesehatan masyarakat, termasuk pencemaran air. Untuk meningkatakan derajat kesehatan lebih baik Dinas Kesehatan menggalakkan Gerakan Hidup Sehat (GERMAS). Gerakan ini bertujuan untuk perbaikan lingkungan dan perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat untuk memunculkan kesadaran pada masyarakat dalam mencegah penyakit.
Meskipun berbagai usaha telah kita lakukan agar dapat hidup sehat, terhindar dari berbagai penyakit tapi ternyata sakit itu tetap menyerang. Ini merupakan hal yang tidak bisa kita elakkan yaitu ketentuan Yang Maha Kuasa. Maka ketika diberi ujian sakit maka hal yang dapat dilakukan adalah usaha untuk mendapatkan kembali nikmat kesehatan itu melalui fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas, klinik atau rumah sakit. Di Makassar pemerintah menggalakkan pelayanan kesehatan gratis ke rumah selama 24 jam melalui program Home Care Dottoro’ ta’ yang akan memberikan pelayanan berobat gratis kepada warga meskipun tidak memiliki kartu jaminan kesehatan atau identitas lainnya.
Pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk menjamin setiap warga negara memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan. Namun-namun cerita-cerita tentang pelayanan kesehatan yang kurang baik tetap berhembus sesuai pengalaman yang dirasakan para pengguna layanan kesehatan ini.  Kemarin ketika saya bertanya ke teman-teman tentang pengalamannya berhubungan dengan layanan kesehatan memberikan jawaban berbeda. Seorang teman berargumen, “Pelayanan tergantung how much you pay is? If it’s big, everything running well, pastinya sebaliknya.”
Hal ini dibenarkan teman yang lain, “Betul, makanya saya lebih suka berobat sebagai pasien umum di rumah sakit swasta ternama.”
“Ah, tidak juga, saya pengguna BPJS tapi tetap dilayani dengan baik padahal saya dirawat di 3 ICU. Tapi saya juga setuju, semua tergantung rumah sakit,” bantah yang lainnya
“Semua tergantung kebijakan dan pengawasan rumah sakit. Pelayanan dari perawat bisa dihitung yang menjiwai profesinya, nanti ada protes baru dilayani sesuai SOP,” kata yang lainnya.
Beberapa keluhan lain adalah ketika harus membayar selisih karena harus naik kelas perawatan selalu membuat was-was karena tidak ada pemberitahuan di awal kisaran selisih pembayaran dari kelas perawatan seharusnya. Keluhan lain adalah kemampuan komunikasi yang terkadang menimbulkan sakit yang lain (sakit hati). Padahal hal seperti ini harusnya tidak terjadi lagi. Karena setiap tenaga kesehatan dalam masa pendidikannya mendapat mata kuliah komunikasi dan etika profesi. Mata kuliah ini diharapkan memperbaiki sikap dan perilaku tenaga kesehatan yang dapat mempengaruhi pelayanannya tehadap masyarakat. Sikap dan perilaku ini sangat dipengaruhi oleh kecerdasan emosional yaitu kemampuan lebih yang dimiliki seseorang dalam memotivasi diri, ketahanan dalam menghadapi kegagalan, mengendalikan emosi dan menunda kepuasan, serta mengatur keadaan jiwa seseorang. 

Bagaimanapun tenaga kesehatan merupakan manusia normal yang di satu sisi dituntut tanggung jawab pekerjaan namun di lain sisi memiliki sisi emosional tentang kehidupan pribadinya. Namun hal itu tidak menjadi alasan yang akan mempengaruhi kinerja para tenaga kesehatan. Sehingga menjadi pelayan kesehatan yang baik adalah benar-benar pilihan.


Pelayanan Kesehatan Astra untuk Indonesia Sehat
Dalam usianya yang ke 60 tahun Astra telah menjelma menjadi perusahaan kebanggaan bangsa yang telah mengembangkan bisnisnya dengan menerapkan model bisnis yang berbasis sinergi dan terdiversifikasi pada tujuh segmen usaha, terdiri dari: Otomotif, Jasa Keuangan, Alat Berat dan Pertambangan, Agribisnis, Infrastruktur dan Logistik, Teknologi Informasi dan Properti. Astra senantiasa berpartisipasi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia dengan menerapkan perpaduan yang berimbang pada aspek komersial bisnis dan sumbangsih non-bisnis melalui program tanggung jawab sosial yang berkelanjutan. Tanggung jawab sosial ini tertuang dalam empat pilar, yaitu Astra untuk Indonesia Cerdas, Astra untuk Indonesia Hijau, Astra untuk Indonesia Kreatif, dan Astra untuk Indonesia Sehat.


         Inspirasi 60 Tahun Astra dalam memberikan pelayanan kesehatan tertuang dalam program Astra untuk Indonesia Sehat yang telah memberikan pelayanan berupa pengobatan gratis kepada 120.087 pasien, pembinaan 1.537 posyandu, menyumbangkan 198.013 kantong darah, dan membina 43 Kampung Berseri Astra. Di Makassar, Astra memilih Rappocini sebagai KBA (Kampung Berseri Astra). Astra telah memilih menjadi pelayan kesehatan yang baik sebagi tanggung jawab sosial melalui salah satu pilarnya, yaitu Astra untuk Indonesia Sehat.




Tulisan ini diikutkan lomba blog Inspirasi 60 Tahun Astra

8 komentar:

  1. Semoga ada lagi kampung berseri astra selanjutnya di wilayah yg berbeda

    BalasHapus
  2. 5 program indonsesia sehat dari astra ini kalau diterapkan dengan baik, yakin kesejahteraan masyarakat akan semakin membaik jugak. thanks for share kak.

    BalasHapus
  3. hihihi, masih butuh banyak berbenah pelayanan kesehatan kita. Tapi saya optimis akan terus ada peningkatan :D

    BalasHapus
  4. Di Kampung Berseri Astra, lorong-lorongnya diberi nama serba Astra yaa.. Unik jadinya.

    BalasHapus
  5. Betul, mau jadi baik atau tidak adalah pilihan. Bagusnya itu pelayanan kesehatan yang tidak membeda-bedakan orang pakai BPJS atau tidak. SUkses ya Ida.

    BalasHapus
  6. keren.. bersih lingkungannya.. sehat warganya :) terimakasih sharingnya kak

    BalasHapus
  7. Sama seperti hidup, mau baik atau jahatadalah pilihan.

    Tapi kalau disuruh memilih, lebih baik menjadi yang lebih baik dan bisa menginspirasi orang banyak.

    BalasHapus