Sabtu, 27 September 2014

KESABARAN ADALAH BULAN

Tetiba sakit itu kembali
Tetiba amarah kembali tersulut
Selentingan kesabaran mereka dendangkan padaku
Sabar...
Sabar...
Sabar...

Ahhh...
Otakku membuntu

Sampai dimanakah kesabaran itu?
Seperti nikmat Tuhankah yang tak berbatas?
Seumpama tetesan air laut adalah tinta tak pernah cukup
Menuliskan hamparan nikmat Tuhan.

Seperti apakah kesabaran itu?
Seperti rembulankah yang kini menyabit dipenghujung bulan?

Padaku, kesabaran adalah bulan
Kadang lenyap dari mataku
Kadang menggantung separuh di bawah langit
Ataukah menyombong dengan membulat utuh

Ohhh... tidak
Kesabaran adalah langit
Diujung tatapanmu langit membiru
Namun itu bukan langit

* "Setiap luka adalah puisi", benar itulah aku. Kutipan seorang penulis di dinding facebooknya yang telah aku catut menjadi aku.


Makassar, 27 September 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar